Graphic1

  • BLENDED LEARNING cover2
  • foto28
  • foto13
  • foto15
  • foto26
  • foto19
  • foto20 Medium
  • foto23
  • ECC3 foto 4 Medium
  • ECC3 foto 7 Medium
  • ECC3 foto 9 Medium
  • ECC3 foto 10 Medium
  • ECC3 foto 11 Medium
  • Foto bersama Fasilitator dan Tim Webinar Kick Off Meeting QAC, 15 Januari 2015
    Tim Webinar dan Fasilitator menyempatkan foto bersama di Ruang Telekonferensi Sekolah Pascasarjana UGM. “Selamat Mengikuti Quality Assurance Course Program 2015, Semoga bermanfaat”.
  • Fasilitator Kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Bapak Dr. Abdul Rahman selaku PIC Quality Assurance HELM-USAID saat memberikan pengantar kegiatan kepada peserta Blended Learning Quality Assurance Course.
  • Tampilan slide peserta kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Dari total keseluruhan peserta yang berjumlah 31 peserta dari Indonesia bagian WIT dan WITA, sekitar 95% peserta yang mengikuti kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC online ini. Karena keterbatasan layar tampil, keseluruhan peserta yang hadir online ditampilkan secara bergilir dalam kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015.
  • Fasilitator kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Para PIC Modul QAC juga hadir bersama fasilitator diantaranya (dari kiri-kanan): Bapak Prof. Dr. Kusminarto (Ketua KJM UGM & PIC Modul 1a dan 1b), Bapak Drs. Sajarwa, M.Hum, Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito (kiri) selaku PIC sub modul QA 1c, Prof. Dr. Ir. Sahid Susanto, M.S (Ka. Prodi MMPT UGM), Bapak Dr. Abdul Rahman (PIC Quality Assurance HELM-USAID) dan Ibu Dr. Ir. Leni Sophia Heliani (Fasilitator Modul QA).
  • Fasilitator kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Bapak Prof. Dr. Kusminarto (Ketua KJM UGM & PIC Modul 1a dan 1b) saat memberikan pengarahan terkait pelaksanaan kegiatan Blended Learning Quality Assurance. Program ini diselenggarakan untuk bersama-sama mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
  • Tampilan slide peserta kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Beberapa peserta yang tampak di slide ialah Bapak Farid Muhamad (Universitas Negeri Gorontalo), Bapak Alberth (Universitas Halu Oleo), Bapak Ambo Sakka, S.KM.,M.A.R.S (Universitas Halu Oleo), Bapak Ida Bagus Wayan Gunam (Universitas Udayana), Bapak La Hamimu (Universitas Halu Oleo) dan slide fasilitator di ruang Telekonferensi.
  • Fasilitator kegiatan Kick Off Meeting Webinar QAC, 15 Januari 2015
    Bapak Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito (PIC sub modul QA 1c) saat memberikan pengantar silabus kegiatan Blended Learning Quality Assurance Course. Materi Quality Assurance Course lebih diorientasikan pada peningkatan kemampuan dalam penyiapan, penyusunan dan pengisian dokumen boring AIPT, Prodi dan Evaluasi Diri.
  • TAMPILAN SLIDE PESERTA WEBINAR ECC MODUL III, 18 DESEMBER 2014T
    Salah satu tampilan file dari presentasi pesenter webinar Modul 3 ECC, DR. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Surakarta saat mempresentasikan respon modul 3 ECC tentang pengintegrasian kurikulum internasional di UMS.
  • TAMPILAN SLIDE PESERTA WEBINAR ECC MODUL III, 18 DESEMBER 2014
    Tampak di layar peserta online external collaboration course modul 3, Hamdi, S.P., M.P. (Politeknik Negeri Sambas); Dr. Debby Willar, ST., MT (Politeknik Negeri Manado); Defrys R. Tulle, S. Pt., MP (Politeknik Negeri Pertanian Kupang); Drs. Roswaldi Sikumbang, M.Kom (Politeknik Negeri Padang); DR. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si (Universitas Muhammadiyah Surakarta), serta tampilan fasilitator webinar ECC modul 3.
  • FASILITATOR KEGIATAN WEBINAR ECC MODUL III, 18 DESEMBER 2014
    Fasilitator yang hadir dalam kegiatan Webinar ECC Modul II ini diantaranya (dari kiri-kanan): Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc. (PIC Sub Modul EC 3a dan 3b), Prof. Dr. Ir. Sahid S. (PIC Sub Modul EC 3c), Siti Nurmailla Amiroeddin (Collaboration & Partnership Specialist HELM Jakarta Office).
  • PEMBUKAAN KEGIATAN WEBINAR ECC MODUL III, 18 DESEMBER 2014
    Kegiatan Webinar ECC Modul III ini merupakan webinar untuk materi modul 3 External collaboration course. Kegiatan ini berlangsung di ruang telekonferensi SPs UGM dan dimulai dari pukul 08.30 – 10.30 WIB.
  • TAMPILAN SLIDE PESERTA WEBINAR ECC MODUL III, 18 DESEMBER 2014
    Dari total keseluruhan peserta yang berjumlah 28 orang, kurang lebih 40% peserta yang aktif mengikuti webinar secara online. Karena keterbatasan layar tampil, keseluruhan peserta yang hadir online ditampilkan secara bergilir dalam kegiatan Webinar ECC Sub Modul 3



MMPT2 

ANALISIS PENGUKURAN LEARNING ORGANIZATION DAN LANGKAH STRATEGIS PENINGKATANNYA DALAM LINGKUP PERGURUAN TINGGI

Oleh: Justina Keriahen

Mahasiswa  Magister Manajemen Pendidikan Tinggi SPs UGM

 Peranan perguruan tinggi menjadi sangat penting terutama dalam era globalisasi yang menuntut peningkatan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan berkualitas agar dapat memenuhi kualifikasi yang disyaratkan dalam berbagai segi dan sektor kehidupan. Di tengah pandangan di Negara-negara maju yang melandaskan organisasinya pada knowledge sebagai aset intelektual yang berharga, maka seharusnya terlebih lagi yang harus dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi pada masa kontemporer.

albert

Sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, yang membentuk watak, peradaban bangsa, serta mencerdaskan kehidupan bangsa, maka perguruan tinggi haruslah memiliki fondasi yang kokoh untuk mengatasi setiap tantangan baru, dan menjadi responsif di tengah perubahan yang terjadi, sehingga menjadi organisasi yang senantiasa bertumbuh.

Tantangan yang dialami perguruan tinggi adalah perkembangan ilmu-ilmu baru, perubahan dan ketidakstabilan sosial, kebijakan yang berubah dalam pendidikan tinggi, kemajuan teknologi, perubahan lingkungan kerja yang disebabkan oleh perubahan kemampuan tenaga kerja (dosen dan karyawan), serta pergeseran dan peningkatan harapan dari stakeholder perguruan tinggi. Menurut Marquardt (2002) hal tersebut adalah kekuatan yang paling signifikan yang dapat mengubah suatu organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization) agar dapat mentransformasikan dirinya dengan adaptabilitas yang tinggi untuk mengatasi setiap tantangan tersebut. Perguruan tinggi kontemporer harus dapat bertindak menjadi agen perubahan, menjadi penghubung antara sumber, ide, pengetahuan, dan perubahan teknologi sesuai dengan target masyarakat yang dituju, sehingga menjadi penghasil ide, pengetahuan, dan teknologi yang selalu bertumbuh dan memberi dampak di masyarakat.  Untuk itu, insan-insan di dalam pendidikan tinggi harus berupaya memperkuat institusinya menjadi orang-orang cerdas, berlandaskan knowledge, dan selalu meningkatkan serta memperbaharui diri secara kreatif dan responsif.

Selanjutnya......klik disini


TestimoniAlumniMMPT2015-2

-- Testimoni Video: Ardian  -- Testimoni Video: Justina --

icon-pendaftaran2

Informasi Admisi & Beasiswa


 HEADER JADI

 

 HELM-USAID UGM COURSE 2014

 

 graha sabha

 PENTINGNYA PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN

INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI

 

        Kompetisi yang semakin tajam di segala aspek kehidupan pada dasa warsa akhir-akhir ini memberikan implikasi pada operasionalisasi institusi pendidikan tinggi (PT). Tugas pokok Tri Dharma yang harus diemban PT mengharuskan melakukan perubahan yang berorientasi kualitas.Phenomena eksternal ini dibarengai dengan adanya hambatan PT karena menurunnya dukungan finansial baik dari pemerintah maupun dari masyarakat karena faktor sebagai implikasi melambatnya ekonomi. Diikuti dengan meningkat pesatnya teknologi informasi akhir-2 ini, tingkat jaminan kualitas manajemen PT sebagai hasil kinerjanya sudah menjadi informasi yang dapat di akses publik. Dengan keterbukaan itu, publik bisa mempertimbangkan PT mana yang akan dipilih.

Di skala internal, ada kecenderungan kuat peserta didik menginginkan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang memadahi agar masa depannya terjamin. Kualitas produk ilmu pengetahuan PT sekarang juga mengharuskan untuk di akses melalui media IT sehingga dengan mudah masyarakat mendapatkan informasi kemajuan ilmu pengetahuan yang dihasilkan PT.

Sesuai dengan tingkatan akademiknya, unit rumpun keilmuan yang berbentuk Fakultas, Politeknik atau Akademi Komunitas) merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mempunyai keunikan sekaligus bisa dijadikan sebagai unggulan. Dengan demikian, dosen yang mempunyai otoritas pengembangan ilmu pengetahuan merupakan bagian aset penting untuk menghasilkan produk akadmik PT agar PT yang bersangkutan diakui keberadaan dan reputasinya di masyarakat luas. Dengan demikian diperlukan suatu transformasi perubahan kepemimpinan manajemen menuju gaya kepemimpinan yang supportif dengan fokus agar dosen mampu mengembangkan ilmu opengetahuan secara maksimal

Atas beberapa pertimbangan itulah program HELM (Higher Education Leadership and Management) dari CHEMONIC dengan dukungan pendanan dari USAID bekerjasama dengan DitJen Dikti dan Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM menyelenggarakan empat program training dengan pendekatan blended learning. Blended learing merupakan pendekatan trasformasi pengetahuan yang dilakukan campuran interaksi antara tatap muka dengan online berbasis web dan webinar. Target peserta training adalah dari PTN, PTS, Politeknik dan Akademik Komunitas yang menjadi partisipan program HELM, yang dipertimbangkan masih memerlukan dorongan pengembangan kualitas manajemen. Setiap angkatan diunadang peserta 25-30 orang. Program diharapkan berlangsung selama 4-5 tahun.



 

 

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

 hpeq2 unesco2 mpkkkki2lOGO usaid2diktimmpt