Graphic1

  • BLENDED LEARNING cover2
  • foto8 Medium
  • foto16 Medium
  • foto5 Medium
  • foto13 Medium
  • foto 1 Medium
  • foto 2 Medium
  • foto 9 Medium
  • foto 12 Medium
  • SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGAN PT
    Meningkatkan keefektifan dan efisiensi perencanaan keuangan secara transparan, dan akuntabel untuk mewujudkan kepemimpinan suportif (termasuk sistem renumerasi) untuk PTN dan PTS.
  • PENUTUPAN KEGIATAN WEBINAR CLOSING DCL, 20 NOPEMBER 2014
    Terima kasih diucapkan untuk seluruh fasilitator, PIC, peserta online webinar Dean Course Leadership, dan team teknisi kegiatan webinar closing atas kelancaran seluruh kegiatan Dean Course Leadership batch -1.
  • TAMPILAN SHOOTING KAMERA DALAM WEBINAR CLOSING DCL
    Kualitas sarana maupun prasarana penunjang kegiatan selama webinar yang ada di ruang telekonferensi SPs UGM sangat mendukung kelancaran kegiatan webinar.
  • TAMPILAN MATERI RESPON PESERTA
    Materi respon peserta dari Bapak M. Yani (Akademi Komunitas Aceh Tamiang) terkait grand Planning Supportive Leadership institusi peruruan tinggi.
  • PEMBUKAAN KEGIATAN WEBINAR ECC MODUL II, 26 NOPEMBER 2014
    Fasilitator yang hadir dalam kegiatan Webinar ECC Modul II ini diantaranya (dari kiri-kanan): Dr. Hargo Utomo, MBA., M.Com (PIC Sub Modul EC 2b), drg. Ika Dewi Ana DDS.,Ph.D (PIC Sub Modul EC 2a & 2c), Siti Nurmailla Amiroeddin (Collaboration & Partnership Specialist HELM Jakarta Office) dan yang paling kanan ialah moderator Dr. Yoyo, MA (Manager Program HELM-UGM).
  • MODERATOR KEGIATAN WEBINAR ECC MODUL II, 26 NOPEMBER 2014
    Kegiatan webinar ECC Modul II ini di moderatori oleh Dr. Yoyo, MA.
  • TAMPILAN SLIDE PESERTA WEBINAR ECC MODUL II, 26 NOPEMBER 2014
    Tampak di layar peserta online external collaboration course Bapak Hamdi (Politeknik Negeri Sambas), Bapak Hasanuddin (Universitas Syiah Kuala), dan Ibu Fitryane L. (Universitas Negeri Gorontalo), juga hadir secara online bapak Addie Yusuf (HELM-USAID Jakarta Office).
  • Susu Jagung “SUJAGO” Gorontalo
    Salah satu tampilan file dari presentasi pesenter webinar Modul 2 ECC, Dr. Fitryane Lihawa, M. Si dari Universitas Negeri Gorontalo saat mempresentasikan produk unggulan yang bernana “SUJAGO”.



MMPT2 

ANALISIS PENGUKURAN LEARNING ORGANIZATION DAN LANGKAH STRATEGIS PENINGKATANNYA DALAM LINGKUP PERGURUAN TINGGI

Oleh: Justina Keriahen

Mahasiswa  Magister Manajemen Pendidikan Tinggi SPs UGM

 Peranan perguruan tinggi menjadi sangat penting terutama dalam era globalisasi yang menuntut peningkatan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan berkualitas agar dapat memenuhi kualifikasi yang disyaratkan dalam berbagai segi dan sektor kehidupan. Di tengah pandangan di Negara-negara maju yang melandaskan organisasinya pada knowledge sebagai aset intelektual yang berharga, maka seharusnya terlebih lagi yang harus dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi pada masa kontemporer.

albert

Sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, yang membentuk watak, peradaban bangsa, serta mencerdaskan kehidupan bangsa, maka perguruan tinggi haruslah memiliki fondasi yang kokoh untuk mengatasi setiap tantangan baru, dan menjadi responsif di tengah perubahan yang terjadi, sehingga menjadi organisasi yang senantiasa bertumbuh.

Tantangan yang dialami perguruan tinggi adalah perkembangan ilmu-ilmu baru, perubahan dan ketidakstabilan sosial, kebijakan yang berubah dalam pendidikan tinggi, kemajuan teknologi, perubahan lingkungan kerja yang disebabkan oleh perubahan kemampuan tenaga kerja (dosen dan karyawan), serta pergeseran dan peningkatan harapan dari stakeholder perguruan tinggi. Menurut Marquardt (2002) hal tersebut adalah kekuatan yang paling signifikan yang dapat mengubah suatu organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization) agar dapat mentransformasikan dirinya dengan adaptabilitas yang tinggi untuk mengatasi setiap tantangan tersebut. Perguruan tinggi kontemporer harus dapat bertindak menjadi agen perubahan, menjadi penghubung antara sumber, ide, pengetahuan, dan perubahan teknologi sesuai dengan target masyarakat yang dituju, sehingga menjadi penghasil ide, pengetahuan, dan teknologi yang selalu bertumbuh dan memberi dampak di masyarakat.  Untuk itu, insan-insan di dalam pendidikan tinggi harus berupaya memperkuat institusinya menjadi orang-orang cerdas, berlandaskan knowledge, dan selalu meningkatkan serta memperbaharui diri secara kreatif dan responsif.

Selanjutnya......klik disini


 HEADER JADI

 HELM-USAID UGM COURSE 2014

 

 graha sabha

 PENTINGNYA PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN

INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI

 

        Kompetisi yang semakin tajam di segala aspek kehidupan pada dasa warsa akhir-akhir ini memberikan implikasi pada operasionalisasi institusi pendidikan tinggi (PT). Tugas pokok Tri Dharma yang harus diemban PT mengharuskan melakukan perubahan yang berorientasi kualitas.Phenomena eksternal ini dibarengai dengan adanya hambatan PT karena menurunnya dukungan finansial baik dari pemerintah maupun dari masyarakat karena faktor sebagai implikasi melambatnya ekonomi. Diikuti dengan meningkat pesatnya teknologi informasi akhir-2 ini, tingkat jaminan kualitas manajemen PT sebagai hasil kinerjanya sudah menjadi informasi yang dapat di akses publik. Dengan keterbukaan itu, publik bisa mempertimbangkan PT mana yang akan dipilih.

Di skala internal, ada kecenderungan kuat peserta didik menginginkan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang memadahi agar masa depannya terjamin. Kualitas produk ilmu pengetahuan PT sekarang juga mengharuskan untuk di akses melalui media IT sehingga dengan mudah masyarakat mendapatkan informasi kemajuan ilmu pengetahuan yang dihasilkan PT.

Sesuai dengan tingkatan akademiknya, unit rumpun keilmuan yang berbentuk Fakultas, Politeknik atau Akademi Komunitas) merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mempunyai keunikan sekaligus bisa dijadikan sebagai unggulan. Dengan demikian, dosen yang mempunyai otoritas pengembangan ilmu pengetahuan merupakan bagian aset penting untuk menghasilkan produk akadmik PT agar PT yang bersangkutan diakui keberadaan dan reputasinya di masyarakat luas. Dengan demikian diperlukan suatu transformasi perubahan kepemimpinan manajemen menuju gaya kepemimpinan yang supportif dengan fokus agar dosen mampu mengembangkan ilmu opengetahuan secara maksimal

Atas beberapa pertimbangan itulah program HELM (Higher Education Leadership and Management) dari CHEMONIC dengan dukungan pendanan dari USAID bekerjasama dengan DitJen Dikti dan Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM menyelenggarakan empat program training dengan pendekatan blended learning. Blended learing merupakan pendekatan trasformasi pengetahuan yang dilakukan campuran interaksi antara tatap muka dengan online berbasis web dan webinar. Target peserta training adalah dari PTN, PTS, Politeknik dan Akademik Komunitas yang menjadi partisipan program HELM, yang dipertimbangkan masih memerlukan dorongan pengembangan kualitas manajemen. Setiap angkatan diunadang peserta 25-30 orang. Program diharapkan berlangsung selama 4-5 tahun.



  • DSC 0034
  • gedung
  • WEBINAR
  • workshop
  • Policy Forum
    MMPT.
  • Gedung SPs MMPT.
  • Webinar
  • Workshop MMPT

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

dikti hpeq2 unesco2 mpkkkki2mmpt