Diskusi Informal Inovasi Pendidikan Jarak Jauh Prodi S2

Firdaus Hafidz dan Laksono Trisnantoro
10 Januari 2019

Unduh Materi


Yogyakarta. Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK - KMK UGM menginisiasi pertemuan informal, mendiskusikan inovasi pendidikan jarak jauh prodi S2 di Kafe Digilib FISIPOL. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dari 4 fakultas, dengan pembahas Prof dr Ali Ghufron Mukti, PhD dari Jakarta sertaperwakilan dari DPP UGM, dr. Yanri Sp.PD, PhD.

Reportase PJJ 1Diskusi ini dilatarbelakangi dari informasi bahwa hingga saat ini, UGM belum memiliki program pendidikan jarak jauh di S2. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD membuka acara dan menekankan adanya peluang inovasi, didukung oleh regulasi dari pihak Kemenristekdikti yang telah serius mendorong inovasi di berbagai aspek, termasuk program pendidikan jarak jauh. Dr. dr. Andreasta Meliala menyampaikan besarnya peluang pendidikan jarak jauh di Indonesia dengan pengalaman minat manajemen rumah sakit yang telah memulai sejak 1997 tapi berhenti karena secara informal dilarang. Beberapa pertanyaan yang penting untuk memulai program pendidikan jarak jauh adalah bagaimana kesiapan SDM, organisasi dan teknologi, kebutuhan, harmonisasi dan sikronisasi, prospek pekerjaan bagi lulusan, dan keberlanjutan program. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dapat menghambat pengembangan. Beberapa diantaranya isu tata kelola dan akuntabilitas, harmonisasi teknologi dan regulasi, adopsi teknologi, dan penyesuaian modul dan model pembelajaran.

Reportase PJJ 2Dari hasil diskusi, pihak Kemenristekdikti yang diwakili oleh Prof. dr. Ghufron Ali Mukti, PhD, menyambut baik dan siap mendukung inovasi dari pihak universitas. Berdasarkan diskusi, respon UGM terhadap inovasi dirasa masih lambat selama ini. Individu dosen - dosen UGM memiliki inisiatif yang tinggi dalam berinovasi, namun secara organisasi belum menonjol. Hal ini, menurut hasil studi Rimawan Pradiptyo, MSc, PhD, diakibatkan karena sulitnya team-work, yang berakar dari kultur Indonesia. Sebagai contoh, dari sekitar 150 Prodi S2 baru terdeteksi 1 di Teknik Mesin yang sudah 2 tahun ini menjalankan pendidikan jarak jauh. Periode 2018 - 2019, program studi ilmu komputer juga bertekad untuk membuka jalur pendidikan jarak jauh di samping jalur reguler.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, akan dimulai program persiapan pendidikan jarak jauh, termasuk penyusunan modul, dukungan infrastruktur, dana, dan lain - lain. Rencana berikutnya, Prof. Paulina Pannen , staff ahli pendidikan jarak jauh dari Ristekdikti akna diundang sebagai nara sumber. Lebih jauh, diharapkan terdapat prodi S2 lain yang ikut bergabung dalam persiapan ini. Semangat kebersamaan dibutuhkan untuk inovasi yang kompleks. Juga dperlukan efisiensi karena pembiayaan persiapan dibebankan pada RKAT prodi yang akan mengembangkan inovasi. Rektorat diharapkan menjalankan fungsi sebagai fasilitator dan pendukung kegiatan ini.

Copyright © 2019 Manajemen Pendidikan Tinggi