Pertemuan Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh di Prodi S2

Firdaus Hafidz dan Giovanni van Empel
22 Januari 2019

Unduh Materi


Sebagai tindak lanjut dari pertemuan informal pengembangan program pendidikan jarak jauh sebelumnya, departemen kebijakan dan manajemen kesehatan, FK - KMK UGM pertemuan dengan mengundang Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D. (Ka. Prodi Teknik Mesin FT-UGM) dan Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. (Tenaga Ahli PJJ di Kemenristek Dikti) di Common Room, Ruang Gedung Litbang  FK - KMK UGM. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD dalam pembukaannya menyampaikan bahwa setelah 20 tahun, terdapat angin segar untuk mengembangkan kembali program pendidikan jarak jauh walaupun dalam skema blended learning, yakni campuran pembelajaran tatap muka dalam kelas dan jarak jauh. Di sektor kesehatan, program jarak jauh perlu didukung untuk daerah terpencil seperti NTT yang sangat membutuhkan.

Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D. menyampaikan pengalamannya dalam melaksanakan program pendidikan jarak jauh di prodi magister teknik mesin selama dua tahun terakhir. Muslim menjadi pembicara pada sesi pertama. Program pendidikan ini dimulai berdasarkan kebutuhan pegawai Chevron yang sedang bekerja namun  menghendaki kuliah di teknik mesin UGM. Proses ujian masuk dilakukan serentak di tiga lokasi, yakni Jakarta, Riau dan Balikpapan. Pada awal kuliah, diselenggarakanmatrikulasi secara online untuk memastikan standar yang digunakan akademik UGM. Untuk proporsi pengajaran, 80% atau 10 sesi dari 1 mata kuliah, mahasiswa wajib datang ke kampus. Mahasiswa datang pada  Sabtu, dan cuti selama satu minggu untuk mengikuti kuliah secara penuh mulai pukul 7 pagi hingga 7 malam di kampus. Pada saat kuliah tatap muka di Jogja, mahasiswa sekaligus mendapatkan bimbingan tesis yang harus terkait dengan pekerjaannya di lokasi kerja. Untuk fasilitas pendukung proses belajar mengajar, saat ini fakultas teknik mesin memiliki 4 ruang kelas yagn dilengkapi sistem teknologi webinar. Menurut Muslim, dari hasil uji coba berbagai aplikasi, penggunaan Cisco Webex sangat memudahkan proses belajar mengajar. Tantangan terbesar dalam proses ini adalah komitmen dosen untuk mengajar pada  Sabtu dan Minggu. Untuk itu, pihak teknik mesin UGM memberikan insentif non kompetitif melalui beberapa skema. Selain itu, tantangan lain adalah ketika diperlukan kelas paralel atau mahasiswa yang perlu mengulang akibat tidak lulus dalam mata kuliah tertentu.

Sesi berikutnya, Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls memberikan arahan terkait panduan dan kebijakan pemerintah untuk pembelajaran dalam jaringan (daring). Paulina memulai presentasi dari definisi, latar belakang kebutuhan program ini untuk Indonesia. Dalam program ini, model bisnis pendidikan baru bersifat fleksibel dan pembelajaran sepanjang hayat. Produk pendidikan tidak bisa dilakukan paket per semester, namun disesuaikan dengan mahasiswa yang mayoritas bekerja pada pagi harinya. Oleh karena itu, kebijakan dan aturan perguruan tinggi terkait akademik harus menyesuaikan. Mulai bisa menawarkan produk secara retail dan kursus yang fleksibel. Bukan untuk mengambil gelar saja tapi juga kompetensi sesuai kebutuhan. Sedangkan dari sisi SDM, program ini tidak bisa diselenggarakan secara sepihak. Biasanya melibatkan berbagai pihak, terutama tutor yang dimungkinkan bukan staf UGM sendiri. Pendidikan daring berfokus pada peran tutor, tidak langsung ke dosen. Peran tutor adalah memfasilitasi pendidikan mahasiswa, 4 jam per hari yang dibutuhkan untuk merespon kebutuhan mahasiswa mengenai mata kuliah tertentu, dan 4 jam lainnya untuk mempersiapkan jawaban secara tertulis. Gaya tutor ini juga perlu disesuaikan dengan konsep pendidikan daring, untuk memfasilitasi dan menstimulasi mahasiswa. Hal ini menjadi krusial untuk menjaga kualitas pendidikan dan kredibilitas perguruan tinggi. Terkait regulasi, program pendidikan jarak jauh di tingkat prodi perlu meminta izin ke Kemenristekdikti dan prodi PJJ perlu diakreditasi secara terpisah dari reguler. Sedangkan di tingkat mata kuliah, cukup izin rektorat. Kemenristekdikti akan mendorong pendirian Penjaminan Mutu dan Fasilitator untuk mencegah universitas membuat program pendidikan jarak jauh meluluskan banyak orang dengan kualitas yagn rendah.

Dalam diskusi, kata kunci dari Prof Dr. Paulina adalah "sentralisasi". Hal ini juga menjadi kelemahan utama UGM yang saat ini terlihat masih terfragmentasi. Kemudian, perlu pengembangan konsep secara bersama yang disepakati agar sesuai dengan arah kebijakan, termasuk regulasi akademik. Sedangkan untuk mengatasi kendala - kendala yang telah terjadi selama ini, yang menganggap program pendidikan jarak jauh sebagai disrupsi disarankan dilakukan dengan beberapa tahap: 1) mengintroduksi pendidikan jarak jauh kepada para dosen untuk mengikuti kegiatan e-learning untuk meningkatkan literasi dan kalau bisa dihargai sebagai cum; 2) mengonlinekan seluruh mata kuliah untuk fungsi repository; dan 3) memposting 50% bahan ajar secara online untuk mengembangkan program jarak jauh. Pihak PIKA UGM juga memberikan informasi baik bahwa sudah ada peraturan yang diterbitkan terkait blended learning dan setiap dosen akan memiliki Cisco Webex mulai Februari 2019. Untuk tindak lanjut, diperlukan pertemuan koordinasi bersama pihak PIKA UGM untuk pemantapan arah dan regulasi yang sesuai dengan visi misi UGM.


Galeri Foto Kegiatan
 

pjj 22 januari pjj 22 januari 2 pjj 22 januari 3
pjj 22 januari 4 pjj 22 januari 5 pjj 22 januari 6
pjj 22 januari 7 pjj 22 januari 8 pjj 22 januari 9

 

Copyright © 2019 Manajemen Pendidikan Tinggi